Cari Blog Ini

Selasa, 05 Desember 2017

Pohon Mangga yang Alhamdulillah Bermanfaat ❤

Ada yang selalu aku pandang setiap hari. Pohon mangga depan garasi. Sebenarnya, pohon ini bukan milik keluarga inti kami, tapi milik eyang yut dulu yang otomatis milik anakny sekarang yang masih hidup, yaitu eyang ku, tepatnya kakak sepupu mbah kakung-ku. Coba pahamilah struktur keluarga kami yang kompleks!
Jadi, tiap hari aku menyapu daun-daun pohon mangga ini yang gugur, lebih tepatnya bukan daun pohon mangga yang gugur, tapi daun benalunya yg lebih banyak jatuh. Tapi anehnya, walaupun banyak benalu, pohon ini berbuah banyak. Walaupun berbuah banyak, buahnya tidak semanis mangga biasanya karena terdampak air hujan. Entah kenapa, air hujan jadi kambing hitam atas rasa yang tag sempurna para mangga. Bapakku belum lama ini juga memanen mangga-mangga dari kebunnya yang nun jauh d kaki gunung lawu bagian utara dan semua rasanya aneh. Mbah Uti kemudian inisiatif beli karbit utk mempercepat proses pematangan si mangga, tapi tetep saja gagal. Jadi adhek-adhekku suka makan mangga di mangkuk tp dikasih gula.Hahahahaha 😂😂😂😂😂
NB: Nanti tanya Uti lagi yah tentang peran air ujan dibalik rasa tak sedap mangga

Singkat cerita, buah-buah mangga pohon tersebut pun tidak dipanen. Jadi dibiarkan jatuh karena membusuk atau dimakan hewan. Kalah sudah jatuh akan berakhir di tempat sampah jadi pupuk atau kolam jadi santapan gurame. Alhamdulillah masih ada manfaatnya.
Suatu hari yang sangat sedih, di senja yang indah. Aku rebahan di kasurku. Aku memandang pohon itu. Dari lantai atas rumah, pohon itu hanya terlihat setengahnya saja, daun mangga dan daun benalu. Tapi di sela-sela itu, ada burung gereja kecil yang bertengger. Entah sejak kapan banyak burung gereja membuat sarang di ventilasi rumah laintai atas. Jadi burung-burung itu bertengger juga di ranting-ranting pohon mangga. Alhamdulillah pohon mangga ini masih juga ada manfaatnya.
Selain burung gereja yang bertengger, pohon ini juga merindangkan pekarangan. Kadang, adhek-adhekku mancing di kolam dengan ditunggui kami, orang dewasa, dan kami memilih duduk di pinggir kolam yang dinaungi pohon mangga ini. Selain itu, Ibu menaruh bangak pot-pot bunga berdempetan di bawah pohon mangga tersebut. Alhamdulillah masih ada lagi manfaat pohon ini.

Pohon mangga ini memberikan aku banyak hilmah. Memberikan aku bangak inspirasi. Aku berfikir, Allah menciptakan makhluk-Nya bukan tanpa sebab. Mereka semua memiliki keguanaan, peran, tempat, andil masing-masing di dunia ini. Sejelek apa pun terbaca nasibnya di mata awam ini, di balik penglihatan awam tersebut, Allah memberikan banyak hal untuk direnungkan dan disyukuri. Aku senang memandang pohon mangga ini, akhir-akhir ini, aku merasa dia ada untuk menghiburku di saat aku gagal seperti ini.

Sabtu, 09 September 2017

Hujan malam ini

Malam ini
hujan turun
di balik kesadaran
aku mengerjap

hujan,
memberikan ketenangan
hujan terhenti
habis sudah

tidak ada matahari hari ini
sisa hujan
kelabu
nona manis meringkuk
meringkuk d peraduan
sendirian
mengerjap

hujan mengantarkan kesemuan
tidak ada matahari kemudian

hujan merundung
alih-alih mengisi relung
menelusup kering benih
janji menghapus sedih

hujan habis sudah
tanpa membawa ubah
matahati tak bersinar cerah
kebahagian tak bercercah

Sabtu, 17 September 2016

KISAH KLASIK

Tulisan ini adalah curhatan saya yang kesekian kalinya. Tulisan ini mungkin tidak dapat dibaca teman-teman saya seperti dulu kita masih sekolah dan kuliah di waktu dan tempat yang sama. Tetapi, saya masih tetap ingin menulisnya dengan harapan, ada yang membacanya. Saya terlalu menjadi pengecut untuk mengungkapkannya langsung. Tidak hanya itu alasannya, sebenarnya karena saya bingung memulai mengatakannya dari mana. Menurut saya, saya terlalu sentiment terhadap hal-hal yang sepele. Tetapi, tetap saja, menurut saya ini penting.
Tulisan ini saya berani memulainya ketika kegalauan saya mulai muncul lagi ketika melihat tulisan yang diunggah @tweetramalan. Tulisan tersebut tepatnya adalah “Terkadang kamu takut untuk terlalu peduli pada seseorang karena takut bahwa mereka tak peduli sama sekali padamu”. Jujur, saya merasakan hal tersebut. Saya sadar, jika saya merasakan itu, berarti saya tidak tulus, pamrih, ingin mendapatkan balasan. Tetapi, setelah sekian tahun, mungkin 8 tahun terakhir saya merasa usaha saya untuk sekedar menyapa “mereka” yang saya sebut teman tidak lantas membuat saya disebut “teman” juga. Bahkan, kadang mereka yang saya sebut teman dekat, bahkan tidak ingat saya. Oleh karena itu, saya berhenti mengucapkan selamat ulang tahun.
Sekarang ini, era globalisasi (kosa kata ini sering kali muncul di paper, kuliah, tugas, ppt, sampek curhatan ini (“-__- ) ) di mana social media sangat berpengaruh besar terhadap semua-semua kita. Oleh karena itu, saya percaya, social media itu bisa menggantikan waktu dan ruang kita untuk bersua dengan teman-teman. Saya luangkan waktu untuk nye-croll layar hp atau laptop buat “kepo” teman-teman saya. Saya Cuma perlu tahu, mereka semua oke di tempat masing-masing. Kadang saya beranikan komen ketika mereka mengunggah apa yang mereka rasakan di social media. Tetapi, belum lama ini, teman saya sendiri mengatakan secara langsung kepada saya ketika kami bertemu tentang pemikirannya.
“Kamu itu jangan terlalu percaya pada apa yang saya tulis di social media. Itu hanya caraku untuk menarik followers.”
 Hhhhhhhh…TTTTT.TTTTT
Dengan polosnya saya menanggapi kicauannya di sosmed yang seolah-olah menunjukkan dia galau. Saya merasa bodoh jelas. Apa yang saya anggap penting, ternyata hanya sebuah bentuk pembuat imej semata. Dan saya ingat, seketika itu, teman saya menuliskan di akunnya, “jaman sekarang masih ada ya yang percaya sama tweet”. Saya merasa teman saya ini telah menghina perhatian saya. TTTTT.TTTTT . tetapi sejatinya saya tahu, saya hanya mencari kambing hitam atas kenaifan saya yang gag banget. Saya sadar, saya hidup di panggung sandiwara. Kemudian saya menjadi sadar bahwa sosmed tidak sepenuhnya dimaknai dengan penyambung silaturahim. Dan apa yang saya anggap wajar dengan perhatian yang saya berikan kepada teman saya itu dianggap sampah oleh teman saya. Hhhhhhhh. Rubbbbiiissshhesss.
Tidak hanya itu. Saya adalah cewek yang cerewet. Bicara saya banyak, ekspresif, detail, dan penuh emosi. Jadi, ketika teman saya update DP atau PM saya pun komen-komen yang panjang bangeeeetttt. Jadi gini misalnya:

Temen saya update: alhamdulillah ketrima kerja di X
Tanggapan saya : eh, udah ketrima kerja ya??? (send)
                 Alhamdulillah (send)
                 Di mana? (send)
                 Selamat ya…semoga barokah :D
Trus temen saya bales:
    “perasaan saya tulis satu baris, kamu balesnya 4 baris ya..hahahaha"

Trus otak saya macet. Ya udah. Mungkin aku terlalu cerewet. Jadi lebih baik saya diam saja. Selain itu. Kadang chat-chat pribadi saya akan berakhir dalam 5-10 pasang percakapan dengan bentuk saya yang lebih banyak aktif bertanya dan jawaban teman saya adalah:
“iya ma”
“siiip”
“siap”
“alhamdulillah”
“makasih ya”
“doakan ya”
“amin”
Udah. Chat ku selesai. Tanpa mereka nanyain kabarku gimana. Apa aku kangen mereka. Aku kangen mereka, jelas. Lama kelamaan, saya menyerah. Saya hanya akan melihat mereka dari layar hp dan laptop. Ini adalah bentuk keegoisan saya, bentuk pamrih saya, bentuk kepengecutan saya. Saya sakit jelas ketika kami membuat janji,”nanti kalau pulang jangan lupa kabar-kabar ya. Janji lho! Luangkan waktu untuk jalan-jalan sama aku ya!” bahkan sampek berhari-hari di rumah, sampek beberapa foto teman saya dengan teman-temannya yang lain diunggah di Instagram, saya tidak pernah mendapat kejelasan janji yang kami buat.
Saya bingung dengan video-video motivasi yang dibuat motivator-motivaor itu. Luangkan waktu buat teman. Tapi saya sadar, selama ini saya tidak cukup berusaha keras untuk berteman dengan banyak orang. Oleh karena itu saya menerima karma sekarang, bahkan mereka yang saya sebut teman tidak ingat saya adalah teman nya.
Tetapi, di tengah keputusasaan atas keadaan ini, Allah selalu berada dekat dengan saya. Dia mengirimkan saya teman yang “lain”. Disaat mereka yang saya sebut “teman” bahkan tidak mengingat keberadaan saya di bumi, saya memiliki mereka yang lebih dari “teman”.
Saya takut mendefinisikan mereka adalah apa. Saya takut menyebutnya teman karena mungkin saja mereka akan menghilang seperti mereka yang sebut “teman”. Oleh karena itu, saya sebut mereka dengan nama mereka. Saya tidak akan menyebutkan nama mereka satu persatu. Saya akan menyebutkan nama pertalian kita. Haiiii guyyyyssssss :D <3 <3 <3

Thx to teman sma, lonely’s fam
Thx to teman kuliah di AN B, Happy Family
Thx to teman kos, Palupi Sisters
Thx to teman MAP 63, Merpati 25
 Mbak Werda, Amel, Mas Ardy, Mayang, Thoni, Reza, dan adhek-adhek sepupuku…reza, bagas, aufa, ena, husen, sekar, dan om rizki dan om Krishna :D

Selamat Menempuh Hidup Baru untuk teman-teman Happy Family :D


Jumat, 29 April 2016

Kamu

Aku menulis banyak-banyak kata
Tapi,
Aku tak bisa menggambarkan kamu dan aku
Kalau ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Aku ingat cinta
Tapi,
Aku dan kamu tahu

Itu tak ada

Senin, 15 Desember 2014

BEYOND THE BLACKBOARD



Beyond the Blackboard
Directed by
Produced by
Brent Shields & Gerald R. Molen
Written by
Camille Thomasson
Starring
Production company
Country
United States
Language
English
Original channel
Release date
·         April 24, 2011
Running time
100 minutes
Preceded by
Followed by


Salah satu oleh-oleh belajar dari Kampung Inggris adalah film ini. Ini yang dinamakan jodoh. Film yang sudah tayang sejak tahun 2011, baru saya dapat dan lihat di penghujung akhir 2014. Perjodohanlah yang mengijinkan saya melihat film ini. Film ini saya dapatkan dari tutor saya di ELFAST saat sedang tinggal di Camp Orchid. Beliau adalah tutor yang lebih muda dari saya namun telah menguasai Bahasa Inggris lebih baik dibandingkan saya. Beliau mengatakan kepada saya," Nih lihat, film yang menginspirasi jadi guru, bukan karena apa-apa, cuma karena passion. You have to watch it!"
Walaupun saya bukan sarjana lulusan fakultas pendidikan, saya tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia pendidikan. Bapak saya dulunya adalah seorang guru, kakek saya juga penilik sekolah, kakak saya dan saya adalah praktisi akademisi, dan teman-teman saya banyak yang belajar di fakultas pendidikan. pendidikan bukan sesuatu yang tabu lagi dibicarakan di lingkungan sekitar saya. belajar dan mengajar selalu saya usahakan secara bersamaan. Di dunia ini, tidak ada orang yang bisa dikatakan mutlak lebih pintar dibandingkan yang lainnya, sepanjang dia masih manusia :D



Stacey Bess (Guru)

Belajar, bisa dari mana saja, termasuk dari film ini. Film ini mengisahkan kisah nyata dari seorang gadis (Stacey Bess) yang bercita-cita sebagai guru karena memiliki keluarga yang tidak bahagia dan menganggap sekolah adalah tempat pelarian. Dia kemudian menjadi guru yang baru memulai mengajar di sekolah dan kelas. Sayangnya, guru tersebut tidak mengajar pada sekolah dan kelas yang normal. Dia harus mengajar sekolah untuk anak-anak tunawisma. Guru tersebut diharuskan mengajar siswa kelas 1-6 dalam satu kelas secara bersamaan dengan fasilitas yang tidak memadahi.
Kehidupannya menjadi semakin berat ketika ia dinyatakan hamil oleh perawat di sekolah tersebut. Alih-alih menyerah mengajar kelas tersebut, ia malah meneruskan perjuangannya mengajar anak-anak didiknya. Suami dan kedua anaknya pun ikut mendukung keinginannya. Dia selalu mengatakan bahwa seharusnya dia dan lembaga sekolah bisa memberikan pelayanan yang lebih untuk sekolah tersebut.
Mengajar di sekolah itu memberikan banyak pembelajaran baginya, bagaimana anak-anak yang tidak punya apa-apa tetap memberikan perhatian dengan memberikan barang-barang sepele yang membuatnya bersemangat. Tidak hanya dia yang terpengaruh oleh anak-anak itu, tetapi juga orang tua murid terpengaruh olehnya. Sedikit demi sedikit ia memberikan pengertian akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka. Ia berusaha menunjukkan bahwa orang tua adalah tempat perlindungan dan pendidikan anak dan anak-anak mereka butuh perhatian. Untuk itu, dia merelakan waktu luang dan uang pribadi untuk memperbaiki sekolah itu. Katanya, dia selalu tidak puas dengan apa yang telah ia berikan dan inilah yang memang harus dia lakukan untuk anak didiknya. Inilah passion menjadi seorang guru.
Lambat laun, kondisi sekolah pun berubah lebih baik. Sekolah untuk anak-anak tak berumah itu pun diperbaiki dan mendapatkan lebih banyak fasilitas dan guru. Murid-muridnya pun tetap mampu meneruskan pendidikannya di sekolah formal lainnya. Anak-anak itu mencintai belajar dan sekolah karena guru mereka.
Kisah ini sangat mengispirasi bagi saya. Berbeda dengan kebanyakan guru-guru di Indonesia sekarang. Saya tidak tahu persis apa motiv mereka menjadi guru. Ada beberapa teman Bapak Saya yang mengeluhkan uang sertifikasi yang kunjung tidak cair, ada yang mengeluhkan gaji guru sangat kecil, ada yang mengeluhkan jadi guru bantu tidak ada uangnya. Para pendidik sibuk dengan materi, lalu bagaimana dengan materi pembelajaran siswa?
Saya sebenarnya bingung. Kita sekolah sebenarnya untuk apa? Jawaban yang sering saya dengar adalah untuk mendapatkan pekerjaan. Lalu, kita bekerja untuk apa? Jawaban yang sering saya dengar adalah untuk mendapatkan uang. Lalu, uang untuk apa? Jawaban yang sering saya dengar adalah untuk hidup. Pertanyann terakhir saya, puaskah dengan itu semua?
Hehehehe..udah, nggak usah terlalu serius :D yang penting, dilihat dulu filmnya ya :D


Rabu, 11 Desember 2013

THE KILLER OF DREAMS



Ini sebuah cerita tentang gadis biasa aja yang temannya dikit dan seorang pemimpi besar. Mimpinya memiliki sebuah teman banyak di kota kelahirannya yang sempat ditinggalkan saat SMA. Dari awal bukannya tidak punya teman, tetapi hubungan yang tidak pernah dipupuk akan terkikis juga lama-kelamaan. Terkadang, gadis ini terlihat seperti anak kucing yang terus bergelung dikaki orang yang disukai. Atau, terkadang menjadi seperti permen karet yang tak sengaja menempel di rambu, menggaunggu, perlu dibuang. Gadis ini sadar, dia harus berhenti mengharapkan hubungan yang manis lagi dengan orang-orang yang dianggapnya teman. Dia memutuskan untuk tak datang lagi kepada mereka yang tak menganggapnya. Dia memutuskan untuk membuat hubungan baru. Menjalin pertemanan yang lebih luas. Dunia itu luas.

Suatu saat gadis ini ikut dalam suatu organisasi kemahasiswaan daerah di mana dia berkuliah. Pada awalnya tidak yang banyak ikut organisasi ini. Si gadis berpikir inilah caranya dia mendapatkan banyak teman. Oleh karena itu, mulai dari teman terdekat yang respect terhadap si gadis diajak untuk meramaikan organisasi ini. Memang perlu kerja keras untuk membangun organisasi yang sempat tidur. Mulai dari dana  yang tidak ada sama sekali hingga SDM nya yang tidak ada. Si gadis tetap berjalan dengan teman-teman barunya. Pada akhirnya, kerja keraslah yang mempersatukan si gadis dengan teman-teman barunya. Si gadis sekarang mendapat banyak teman.
Bahkan lebih jauh dari mendapatkan teman, si gadis mendapatkan pengalaman-pengalaman yang berharga. Merasakan apa itu kebanggaan. Belajar menjalin hubungan persahabatan kembali. Yah, dia move on. Karena teman-temannya ini mimpi-mimpinya tercapai. Dari dunia si gadis yang sempit menjadi dunia yang begitu besar dan berwarna. Dari si pemimpi menjadi pemimpin di hidupnya. Semua ini karena teman-temannya. They’r the killer of her dreams.
Terima kasih teruntuk teman-teman tercinta di PAMELO (Paguyuban Mahasiswa Magetan di Solo)!

Kamis, 28 November 2013

Perjalanan

Beberapa minggu yang lalu saya dan teman-teman dekat saya di kampus berkunjung ke Bromo. Merencanakan sebuah perjalanan itu sangat menyenangkan. Walau pun perjalanan ini bukan sebuah petualangan “backpacking”, tapi ya bisa disebut perjalanan seadanya. Sebelum berangkat, kita semua sepakat akan mendaki Bromo jalan kaki, gak pakek acara naik kuda. :D . It’s not bad decision! Setelah dijalani, ada hikmahnya juga. Delapan cewek dengan kekuatan fisik biasa-biasa aja manjat bromo yang notabene gunung pendek banget. Hasilnya? Capeeeeeeeeeeek banget...tapi PUAS! Yah walau pun manjatnya pakek ngos-ngosan, bibirnya ada yang sampek biru pucat, istirahat berkali-kali. Rasanya seperti sadar hidup itu susah, apalagi ditambah naik bromo tambah susah lagi. Setiap naik satu tangga, rasanya puas. Kita sampek di Bromo juga, impian 1 semester kita, tabungan 1 semester kita. Puas rasanya.


Sebenarnya banyak sekali tempat wisata yang ingin kami kunjungi dengan konsep perjalanan seadanya. Tapi tetap saja, waktu dan biaya masalahnya. Esensi yang ingin dicapai dari perjalan kami adalah kebersamaan dan pengalaman. Indonesia mempunyai alam yang sangat indah, sayang untuk dilewatkan. Merawat, melestarikan, dan mengaguminya adalah suatu apreisiasi atas keindahan tersebut. Jadi, kombinasi mengapresiasi keindahan dan kebersamaan dengan teman itu adalah sebuah formulasi kebahagian yang besar. Tapi, ini juga bukan rumus turunan dari falsafah jawa, mangan, ora mangan, sing penting ngumpul. Sekarang kan banyak media sosial yang bisa digunakan untuk bersilaturahmi jadi gak perlu bertatap muka untuk disebut ngumpul. Walau pun demikian, tidak dapat dipungkiri, bertemu langsung itu lebih baik. Tulisan kadang diartikan beda oleh pembacanya, maka lebih baik dilakukan secara langsung secara lisan. Terkadang juga lisan yang didengar lewat telepon saja juga akan berbeda diartikan bila kita mendengar dan melihat gerak tubuh lawan bicara.kesimpulannya, kalau bisa, ya silaturahmi ketemu langsung. :D
Esensinya bukan di kebersamaan saja, tapi juga bukan pengalaman saja. kedua-duanya. Di sini kita bisa makan, di luar negeri pun kita bisa makan, lalu, kenapa kita tidak mencoba makan di luar negeri? Kan dapat pengalaman. Nilai plus untuk kita, dapat kepuasan batin, ilmu yang berbeda. Di dalam ajaran Islam pun diajarkan untuk menuntut ilmu sampai jauh. Lihatlah dunia. Tinggal dalam suatu lingkungan yang nyaman selamanya hanya akan membuat kita mandeg dan apatis. Banyak hal yang bisa kita lakukan di luar sana. Banyak tempat yang bisa nikamti keindahannya, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia ini. Contohnya, lihat para wakil rakyat kita! Seringkan mereka studi banding ke luar negeri? Mungkin mereka berpendapat di luar negeri lebih baik ilmunya daripada di Indonesia dalam hal tertentu sehingga perlu dipelajari dan diadopsi. Tapi, sehendaknya jangan mengatakan Indonesia buruk untuk seluruhnya karena kita (saya dan pembaca) juga tidak mampu melihat Indonesia sampai sekecil-kecilnya. Belajar di mana pun boleh, tinggal yang belajar aja bagaimana. Lagian, semua hal di mana aja bisa jadi guru. :D
Kalau mau berwisata atau belajar ke luar negeri ya boleh saja, asal tidak merugikan. Saya salut dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada mereka yang ke luar negeri tapi tidak merugiakan negara dan juga memperkaya negara. Siap orang-orang tersebut? Pahlawan devisa kita. TKI. Mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga di negeri orang. Bisa dapat uang banyak, memperkaya negara, menyejahterakan keluarga, dan bisa lihat dunia luar, bisa hidup dengan orang yang memeliki tipikal berbeda dengan orang Indonesia. Lalu, apa ada orang ke luar negeri yang merugikan negara? Ya ada. Mereka para kaum kapitalis. Mereka yang memiliki kapital, dengan penyakit jiwa konsumtif dan kerenisasi, suka sekali pergi ke luar negeri. Katanya jalan-jalan. Katanya belanja. Katanya liburan. Indonesia sedang sakit. Ibaratnya semut dan belalang. Semut bekerja banting tulang untuk mengumpulkan perbekalan kemudian dijarah belalang untuk foya-foya semata. Para TKI yang notabene masyarakat lapisan bawah Indonesia sibuk banting tulang memperkaya Indonesia kemudian kekayaan tersebut dikeruk kaum kapitalis yang strata sosialnya jauh dari TKI. Uang beredar dari bawah ke atas tapi hanya sedikit yang kembali turun lagi. Uang hanya untuk strata atas. Kekayaan ini dibuang-buang ke luar negeri. Lalu, siapa yang untung? Luar negeri.
Di antara TKI dan kaum kapitalis ini ada satu golongan lagi yang bisa jadi mulia atau jadi hina. Siapa mereka? Kaum cendikiawan. Mereka yang belajar di luar negeri dengan uang sendiri atau beasiswa. Mereka jadi mulia ketika selesai belajar, mendapat ilmu yang bermanfaat, kemudian pulang ke tanah air. Ilmu yang diperoleh kemudian diaplikasikan untuk membangun tanah airnya. Mulia bukan? Itu hanya sebuah kondisi ideal. Banyak kaum cendekiawan kita yang terjebak pada kapitalisme. Setelah belajar dan menjadi pandai, tidak mau pulang ke tanah air. Katanya, kalau di Indonesia tidak diapresiasi dengan gaji yang banyak. Bukan kah ahli dan penghafal Hadist, Imam Hambali, juga ada yang hidup miskin? Tapi Beliau kaya ilmu dan kasih sayang Tuhan sehingga surga ganjarannya. Memang, sekarang di dunia ini benar-benar berada pada era kapitalis. Semua diukur dengan uang. Padalah, 3 hal investasi yang tidak akan merugi, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak sholeh. Semoga saya digolongkan pada kaum cendikiawan yang tidak merugi dunia-akhirat.amin.
Demikian kisah perjalanan yang dapat saya tuliskan kali ini. Saya merasa tulisan ini begitu terpikirkan oleh saya. Terima kasih atas kebersamaan teman-teman saya selama ini. Terima kasih atas semangatnya dari Bunda Esty (Esty Dwi Prasetyianingtyas), al, el, dan semua-mua teman saya di Fisip UNS ( Ana, Mbak Asri, Mbak Na, Bella, Eti, Nita, Tia, Hayyu, dan teman-teman Administrasi Negara kelas B angkatan 2010). Sekali lagi, terima kasih atas petualangannya. :D
Saya berharap, kelak saya menyukai profesi saya apa pun itu dan menjaga sumpah jabatan atau profesi saya. Saya berharap saya tidak sampai menghamba pa uang. Saya berharap, sampai bagian tubuh saya yang terkecil dapat bermanfaat bagi orang lain. Di dalam hati saya yang kecil tersimpan pula keinginan besar untuk mengelilingi Indonesia, bahkan Indonesia. Untuk itu, saya juga berharap semoga semua keindahan dunia bisa saya lihat. Semoga saya mampu mengamini dan menyaksikan sendiri teman-teman saya sukses.
Hidup ini begitu indah. Indah di antara yang mencinta dan dicinta. Hidup ini menjadi sempit ketika kita memandangnya dari ketinggian hati. Dunia ini begitu luas ketika ilmulah yang melihatnya. Akan tetapi, dunia ini terlalu sempit untuk waktu. Maka, hidup di dunia ini harus dinikmati, sebelum segala-galanya habis dilahap waktu.

Selasa, 24 September 2013

Rasanya seperti Pulang "for Good"

Dari kecil saya suka naik sepeda, sepada dalam artian harfiah, onthel kalo orang jawa bilangnya. Saya masih ingat sensasi naik sepeda pertama kali. Dari awal belajar naik sepeda di dalam rumah, sampek di lapangan dekat rumah, saya masih ingat. Bagaimana saya belajar jatuh dan mengemudikan sepeda dengan baik sesuai ajaran mbah kung saya, saya juga masih mengingatnya. Sensasinya itu seperti apa ya...kalian tahu rasa tiupan angin? Rasa jantung berdegup? Rasa takjub? Dan sedikit rasa bangga, kalian tahu? Sensasinya, menurutku, semua rasa itu dalam satu masa tepat di poros hidup kita. Otak, jantung, dan hati, dan menusuk sampai tulang belakang ruas terbawah. Saya ingat, itu saya waktu sekolah dasar.
Waktu saya di bangku sekolah menengah pertama, saya belajar naik bermacam-macam kendaraan. Mulai dari sepeda motor, mobil, angkot, bus, kereta. Perlu digarisbawahi, saya belajar naik bukan mengemudikan.wkwkwkwkwk. itu jaman-jamannya saya muntah naik mobil dalam jarak 1km dari rumah. Jaman-jaman saya takut naik angkot sendirian. Jaman-jaman saya kagum naik bus SMA(Sri Mulya Agung, bus jurusan Magetan-Madiun yang sekarang ampun bobroknya!). jaman-jaman saya Cuma tahu kereta apa itu ya Cuma KA Logawa, jurusan Madiun-Purwokerto (jurusannya salah pula!). yah, itu bukan jaman yang buruk juga. Bukankah proses belajar selamanya patut dikenang ?
Nah, kalo pas jaman itu, saya belajar mengemudi motor. Saya ingat, naik mio. Motor metik pertama yang nghits banget di Indonesia waktu itu. Belajarnya sih susah-susah gampang. Ya alhamdulillah, akhirnya bisa :D. Lumayanlah, jatuh sekali yang bikin motor mio merah itu baret parah. Harus ganti casing lampu, benerin stirnya, yah, intinya motornya terluka parah. Alhamdulillahnya, yang naik selamatlah :D. Pelajarannya, jangan belok tanpa mengerem dengan kecepatan di atas 60 km/jam ya! :D
Kata orang, SMA itu masa-masa paling indah. Kataku, SMA itu masa-masa memacu sepeda motor-balapan sama SK dan Mira.wkwkwkwkwk. jaman-jamannya gila-gilaan naek motor. Sensasinya hampir sama kayak naek sepeda, tapi lebih wow lagi. Gag perlu capek paha, tinggal tancap gas, oke, kita wuuuuuuuuus..membelah angin sekali pun :D pelajarannya, jangan memacu motor terlalu cepat, manusia dengan emosi tingkat tinggi tidak akan bisa mengontrol dirinya, sama halnya dengan motor. Dengan kecepatan tinggi, kita juga tidak bisa mengontrolnya :D wejangan dari bapakku, Bapak Djoko Santosa.
Tapi, tetep aja, saya berangkat sekolah naik sepeda. Balapan sama SK, Mira, Jaya, SMA, bus-bus lain, angkot, becak, motor, dll, di proliman Madiun itu. Ujan-ujan tetep aja seragam kotor kena cipratan air. Sepatu masuk kantong plastik, kaki “nyeker” ngayuh sepeda. Kalau lagi beruntung, ya nggak sendiri, kalau lagi apes, ya panas/ujan sendirian membelah Kota Madiun yang panas banget! Nyampek sekolah mandi keringat, sampek rumah udah gag Cuma mandi keringat, tapi juga mandi capek! Tapi di sela-sela semua itu, saya bangga. Saya sedikit bisa congkak. Saya tidak menyumbang asap polusi untuk dunia, setidaknya duniaku sendiri.hehehehehe.
Walau pun begitu, saya juga tidak ketinggalan perkembangan jaman. Tekad saya bulat pada waktu itu, nyetir! Harus bisa nyetir mobil pikir saya. Alasannya apa? Panjang dan banyak, maka kita skip aja untuk sekarang. Tapi, saya akui saya oon. Belajar nyetir udah ikut kursus nyetir, ditambah tiap minggu latihan sendiri di rumah selama hampir 1 tahun lebih, saya tetep gag lancar nyetir. Oke, akhirnya saya sampai pada 1 kesimpulan, saya yah...gini-gini aja. Untuk masalah nyetir mobil ini saya agak lemot. Pada kenyatannya, saya pun juga belum lancar mengemudikan motor yang pakek gigi. Yah, mungkin itu kemampuan yang berbanding lurus di dunia ini.TT_TT.
Jadi, sudah berapa kendaraan yang bisa saya kemudikan dengan baik mau pun tidak? Sepeda, motor, dan mobil. Yang lazim ya ketiga kendaraan itu, yang lain tidak usah dipublikasikan.wkwkwkwkwk. kesimpulannya? Saya suka naik sepeda. Sampai sekarang. Sampai saya naik banyak kendaraan. Sampai saya mengemudikan banyak kendaraan. Saya tumbuh dewasa, tapi jiwa saya memilih untuk tinggal. Ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa tumbuh dan berkembang. Seperti sensasi naik sepeda pertama kali. Mungkin memang benar, yang pertama yang berkesan.
Ke manapun jiwa kita pergi bersama raga kita, tetap saja kita akan merindukan rumah. Rumah tempat kita pulang. Pulang “for good”. Di mana semua rasa timbul dan tumbuh pertama kali. Di mana saya belajar naek sepeda. Di mana kita dipeluk pertama sama  ibu.mama.bunda.emak.biyung.semak.bundo. juga di mana kita dinasihati sama bapak kita. Sama. Mau saya naik apa aja, saya akan merindukan naik sepeda. Kalian tahu rasanya?
seperti hidup, saya juga lebih suka santai. seperti naik sepeda. tapi, saya tidak tahu. itu adalah alasan belaka atau memang saya orang seperti ini. kemandegan saya ini entah berawal dari kapan dan akan berakhir sampai kapan. langkah awal, saya rasa, belum pernah saya ambil. itu lah hidup menurut saya. terlalu penuh dengan pilihan.
so, mari kita semangat bersama, teman ! \(^_^)/
 

Sabtu, 06 Juli 2013

memori

setiap manusia mempunyai luka di hatinya. tidak perlu teori dan ahli. semuanya tahu. ini luka ku. dan aku menderita sejak saat itu dan sampai nanti aku ikut dengannya. bahkan aku malu jika harus bertemu dengannya nanti. aku merasa buruk sekali.
semua orang pasti mengatakan, kalau aku tahu, aku tidak akan...
bahkan aku juga mengatakannya
tapi..
setidaknya aku bisa minta maaf kepada mu..nanti, tentu saja..
setidaknya, setiap doaku ada namamu..
ini dukaku...
kenapa Tuhan tidak menghapus memori seseorang tentang orang yang telah meninggalkan kita?
karena hidup itu berarti dari kematian...


dek, mbak sayang kamu...

Senin, 08 Oktober 2012

MENCINTAIMU SEPERTI...

Mencintaimu seperti...
Memberikan hati ini pada lintah penghisap darah
Menerbangkan sejuta balon ke langit biru
Mengejar matahari ke ujung dunia
Menggali lahar panas di perut bumi
Mengharap hujan lebat di gurun pasir
Menyentuh embun di siang bolong
Menghitamkan melati putih bersih
Menyingkirkan Zidane dari Prancis
Mengenakan jam tangan di pergelangan kaki
Bermimpi saat benar-benar terjaga
Memberi aksi tanpa reaksi
Bersinarnya bulan tanpa matahari
Membuat kebijakan tanpa stakeholder
Merias wajah tanpa gincu
Surga tanpa penghuni bidadarinya
Pangeran kodok tanpa gadis biasa
Korean wave tanpa boy band
Indonesia tanpa korupsi
Perahu kertas tanpa surat cinta bagimu
Headset tanpa list mp3
M.E.I.S tanpa konser 2pm
Aku tanpa bantalku
Mencintaimu seperti...
Tidak mungkin, mahal, langka, aneh, menyedihkan, melelahkan...

Selasa, 21 Agustus 2012

Mimpi Pagi Hari

setiap pagi bangun tidur. Ke kamar mandi. Cuci muka, wudhu. Sholat. Buang sampah. Slimutan lagi. Trus doing something. Sampek malem. Tidur. Repeat.
Tiap hari yakin. Bermimpi. Doing something. Doa kadang-kadang. Bermimpi. Finnally, just on my mind...mimpi...
Setiap hari kepo. Liatin TL di Twitter. Oppa gue lagi apa ya..temen-temen gue lagi apa ya..soulmate gue lagi apa ya..dan berakhir tutup paksa halaman gara-gara liat gebetan ng-tweet mesra banget ma cewek lain...TT.TT...
Setiap hari kurang kerjaan. Liatin update-an status temen.group.gag komen.Cuma ng-like. Dan berakhir gondok gara-gara liat status sahabat-sahabat yang pada udah ngeraih mimpinya. Gue kapaaaaaaaaaaaaaaaaan?????
Ini jalannya yang salah gara-gara gue deh. Black Hole di jalan meraih cita-cita gue itu ya...gue sendiri..m(-___-“)m..
Kalo mau marah, masak gue marah ke gue sendiri??? (-___-#)?
Dunia gue, wilayah kamar tidur dan kamar kos punya R.A. KUSUMA dan sekitarnya, itu nyamaaaaaaaaaaan banget!!! Senyaman-nyaman nya..sampek gag bisa nglakuin hal bener buat ngeraih mimpi...kenyamanan itu sangat menipu buat gue..TT_TT..have to wake up A.S.A.P!!!!!!!!

Tiap baca ramalan horoskop gitu, tulisannya : Carpricorn adalah pribadi yang sedikit pemalas...(-_-“)

Menurut gue, itu salah!!! Yang bener, Carpricorn adalah pribadi yang sangat pemalasssss (s-nya 6ribu!)
So, sahabat-sahabat gue, ada solusi buat masalah gue??? Luv u...
NB : gue udah jujur ke orang tua gue kalo ngilangin sepeda gue, si kuning.. gag separah apa yang gue takutin...tetap aja dibodohin pikiran buruk...TT_TT...maaf telah meragukan saran-saran sahabat gue...
Tulisan ini juga ditulis dengan sedikit perasaan kesal terhadap orang yang sedang saya sukai ( mas e )

Senin, 04 Juni 2012

Di mana Hatimu Tinggal, Di sanalah Rumahmu...


Judul        :    Jungle Child, Rinduku pada Rimba Papua
Penulis        :    Sabine Kuegler
Penerbit    :    Penerbit Erlangga
Tebal        :    384 halaman
Terbit        :    2006

Mimpi Sabine, berjalan di atas awan, terjadi ketika dirinya mulai meragukan di mana seharusnya ia berada. Sabine memikirkan kesibukan Jerman di rumahnya, rimba Papua di mana keluarganya tinggal. Orang tua dan kedua saudaranya menjadi keluarga inti Sabine, orang-orang Suku Fayu menjadi keluarga besarnya. Mengikuti kedua orang tuanya yang bekerja sebagai misionaris dan peneliti bahasa, Sabine dan kedua saudaranya harus tinggal dan tumbuh di pedalaman Papua. Menyaksikan bagaiman sebuah peradaban purba tersentuh oleh kemajuan dunia luar hutan. Ketika rasa kehilangan yang teramat sangat atas meninggalnya kakak angkat Suku Fayu Sabine, Sabine memilih meninggalkan rimba Papua dan bersekolah di Swiss. Gegar budaya menjadi kendala terbesar ketika ia kembali ke peradaban modern.
Di Swiss Sabine selalu teringat rumah, di mana cinta dan hatinya tinggal. Surat-surat dari orang tuanya menjadi satu-satunya alat penyambung dua dunia ini. Ada saat-saat tertentu sabine merindukan sahabat-sahabat Suku Fayunya, merindukan bermain busur dan memakan daging ekor buaya atau ular, bahkan sekedar merasakan suasana hutan yang ramah dan tenang.
Sabine menuliskan kisah-kisah masa kecilnya ketika berada di tengah Suku Fayu. Bagaimana kebudayaan Suku Fayu, bagaimana keluarganya bertahan di Foida, dan bagaimana dirinya tumbuh menjadi anak rimba dari Jerman digambarkan dengan bahasa yang lugas juga menarik oleh Sabine. Selain kisah yang menarik, Sabine juga memperlihatkan foto-foto memorinya. Walau pun demikian, buku ini menuntut perhatian lebih karena penggunaan bahasa Suku Fayu yang masih asing.
Bagian yang paling aku suka adalah kehidupan mereka. Bagaimana orang Jerman yang notabene termasuk manusia tercanggih di dunia mau hidup di hutan Papua. Bagaimana kehidupan mereka yang begitu merdeka. Bagaimana kecintaan mereka terhadap pengetahuan. Bagaimana penghargaan mereka atas keterbelakangan dunia di tengah globalisasi. Satu hari di Jerman tersa satu minggu di hutan, tulis Sabine.
Kalau waktu ku habis nanti, ku mau cintaku juga tak habis. Akan aku berikan kepada orang yang tepat, seperti hati orang Fayu untuk Sabine dan batin Sabine untuk hutan. Di mana pun kita hidup nantinya, inilah dunia. Tataplah. Tegar menjadi senjata kita. Kuatkan iman dan doa sebagai perisai. Dan hunuskan pedang semangat kita terhadap masalah yang menjadi anak tangga kesuksessan. Inilah hidup, wahai anak Adam.
Have a nice story, my Friends...

Luv u
04-06-2012


Jumat, 01 Juni 2012

Puisi untuk A...

Puisi untuk A...

Sebuah kisah tertulis indah di masa lalu
Tak teraba oleh hati siapa pun...

Aku...dan juga pikirku...begitu pula jiwaku...belum memutuskan akan tinggal di mana.
Pantai atau kaki gunung...
Hutan atau kota modern...
Tropis atau kutub...
Satu yang jelas. Kaya.
Kaya Iman. Ilmu. Hati. Cinta. Keluarga. Sahabat. Harta.
Aku...dan juga hatiku...begitu pula ragaku...belum memutuskan akan jadi apa nanti.
Guru atau dosen...
Pembaca atau penulis...
Artis atau sutradara...
Rakyat atau bupati...
Satu yang jelas. Istri.
Istri untuk suami. Ratu untuk raja. Ibu untuk anak. Dan cinta untuk sejati.
Aku...dan juga jemariku...begitu pula anganku...belum memutuskan siapa imam duniaku nanti.
Sendiri atau berdua...
Kamu atau dia...
Satu selamanya atau dua penggantian...
Satu yang jelas. Tuan.
Tuan untuk puan. Suami untuk istri. King for Queen. Dan cinta untuk mati.

Sabtu, 31 Maret 2012

BBM


Asri Diana F <3
Hei, Rachma, kenapa kau suruh aku nulis tentang BBM? Kau mau nanya demo kapan atau mau demo, kalau kau ikut demo, aku juga ikut ah, biar ada temen demo di Gladak. Besok jangan lupa sidang ya...!
Kalo BBM mau naik, ya terserah pemerintah, pasti pemerintah juga udah tahu dengan apa yang mereka putuskan ( jadi inget MaKul PKP), tapi kalau BBM harganya naik semoga konser B2ST yang akan datang ( Jika konser lagi di INA ) tiket konsernya tidak naik tinggi...hehehehe...

=TRIO IMOET=
Asri Diana F <3



Rachma, aku males nulis demo BBM. Gak penting Ma, mumet!!! Mikir BBM ( Berat Badan Masing-masing ) ae mumet pho maneh kon mikir BBM. Pemerintah mau naikin BBM aku juga mau naik BBM ku, dadi gag perlu demo-demo barang. Wis panas, ra digagas, mending mangan turu, baca-baca buku, sinau sing sregep nang kos gen sukben iso gawe kebijakan yang bener-bener bijak. Kritisi pemerintah tapi kitanya juga gak pernah instropeksi diri yo pada ae. Pemerintah buat kebijakan kayak gitu pasti ya uwes dipikir-pikir matang sebelumnya, mestinya ada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang sudah dipikirkan untuk rakyat. Wis ah ma, gak sah terlalu banyak memikirkan kebijakan pemerintah, mending sinau ae gen pinter, sukben gen dadi pemerintah yang bijak. Wis mumet...mumet...mumet!! (-_-“) meh dengerin bapak e.
Fighting!! \(^.^)/

Ana_Trio kecil
(.^_^.)



Hehehehe. Itu tanggapan dua sahabat saya di kampus ( nulisnya pas kuliah HAN, Hukum Administrasi Negara). Yups. Hot dan mateng kayak telor. BBM. Kagak jadi naik? Atau bom waktu yang meledak nanti???
Yah, saya adalah (insyaALLAH) calon orang yang memegang pemerintahan Negara ini di masa mendatang. Saya sedih juga bikin kebijakan buat rakyat tapi kagak diterima. Saya sedih tidak dapat kepercayaan dari rakyat. Saya sedih perwakilan saya tidak dianggap. Saya sedih kesedihan saya tidak dimengerti oleh rakyat. Tapi apakah pemerintah sekarang layak mendapatkan penerimaan, kepercayaan, anggapan, dan pengertian rakyat?
Sekarang saya adalah rakyat. Rakyat yang uang saku bulanannya pas-pasan lebih. Apa-apa disubsidi. Bayar SPP kuliah, Lampu penerangan jalan, tunjangan anak di gaji bapak ku, pas SMA naik bus bayar separo, SD ma SMP sekolah murah, nah...BBM ku juga subsidi. Baik ya negara kita??? Apa,,,miskin ya kita???
Tapi kan gak semua miskin. Buktinya, banyak yang punya mobil mewah. Banyak yang nonton konser SUJU, B2ST, 2PM, SHINEE. Banyak juga orang yang kuat beli rokok berkardus-kardus tiap hari. Kaya gag tu???
Kenapa gag subsidi silang? Mobil mewah dilarang pakek Premium. Yang pakek motor juga jangan kelewatan, dikit-dikit pakek motor, ngabisin uang negara buat subsidi. Pemerintah juga jangan nyelewengin uang subsidinya, apalagi nyelewengin kilang minyaknya, kebakar sendiri tahu rasa LOE!
Yah. Aku ngantuk...hoahm...m(-_-)m.zZ

R.a. Kusuma
Trio_Sedang


Rabu, 28 Maret 2012

MeJa oh KakI MeJa...

Wuuuuusssssssssss...jalan-jalan yuk...ke mana ni enaknya???
Mari kunjungi Universitas tersayang dan tercinta serta terkasih saya...
Universitas Nomor Satu (seenggaknya di Surakata), Universitas Negeri Surakarta, Universitas Ning Solo, alias Universitas Sebelas Maret (UNS )...hehehehehe...
UNS itu...indah banget...ijo banget...adem banget...dan juga banget-banget...
Kalo lagi musim gugur ( kapan Indonesia punya musim gugur? (-_-)? ), bakalan ada sakura kuning yang gugur di UNS...penasaran??? yuk, dateng ke UNS!!!!!!!
Kalo lagi musim angin ni ye,,,bakalan hujan daun dan ranting...hehehehehe
Kalo musim ujan,,,bakalan banjir deh tu Solo...hehehehehe
Kalo lagi musim kawin...ada juga kucing kawin di Kampus aku, FISIP tercinta...
Yow...FISIP...Fakultas Ilmu Seni dan Peran...alias Fakultas Ilmu Sosial dan Politik...wkwkwkwkwk
Boys and girls,,,hidup itu emang panggung sandiwara...emang kasur buat mimpi...dan emang bumi buat pijakan nonton bintang...STOP! jangan nonton bintang aja, kita harus jadi salah satu bintang di Surga juga ya!!!!!hehehehehehe...
Kalian tahu gak apa pandangan temen-temen ku yang bukan anak FISIP-UNS tentang FISIP?
Gini, yang jelas isinya anak-anak keren. Ceweknya cantik, cowoknya ganteng. Kagak ada yang namanya seragam hitam putih, apalagi gag boleh pakek jeans.GILA. Gedungnya lebih keren. Udah pakek keramik lah, AC lah, banyak OB-nya lah, keren lah, apalagi gedung yang baru,,,wuihhhh...
Dan emang gag selamanya yang bersinar di langit itu terang...kagak ada yang sempurna di dunia ini,,,sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik ALLAH...
Yah, aku juga gag nyangka aja aku nemuin hal ini di fakultasku...iseng-iseng berhadiah dari mbak Asri yang suka ngalamun kali ya pas kuliah...wkwkwkkwk...konyol bin koplak...gambar ini diambil di salah satu ruang kelas di FISIP lantai 2...cari aja sendiri di ruang berapa...hehehehehe...

jelas gag gambarnya??? ngakak waktu aku sadar hal ini pas pertama kali...wkwkwkwkwk...


 
ini kreatip apa kere-aktip??? kaki meja nya duileeeeeeeeeeeeh...kagak nahan...

hidup emang perjuangan Boy...perjuangin hak kita, orang lain, and why do we have to speak in English during our Social and Politic class?
tapi, bagus juga ya,,,recycle...kayak B2ST aja...aku gag pernah nunggak SPP lho. apa bener UNS itu murah? Apa murah-AN?

yow...yang besok ikutan demo penolakan harga naik BBM mendingan demo naikin cukai ROKOK!!!
 
 
Peace, Love. and Gaul,,,...


Jumat, 16 Maret 2012

Hari yang Indah untuk Menangis

Hehehehe...
Jadi gini yang penasaran sama certaku...
Kemarin aku kuliah Hukum Administrasi Negara dan Dosennya bilang tentang SIM gitu. Aku bilang ke Ana, sahabat ku di kampus, “Ana, aku cari SIM A sama SIM C to, tapi belum pernah ketilang lho..”
Ana bilang, “Cari aja SIM B, Ma! Gen iso nyopir angkot sekalian...wkwkwkwkwk...”
Hehehehehe...
Trus kuliahnya selesai tu..
“Na, ke mana ni kita?”tanyaku.
“He, katanya mau ke pameran Distro!”
“Owgh iya, sekalian ke kos nya mbakku sama ke perpus ya! Eh, beli bensin dulu ya...”
“Oke!”
“Bentar, tanyain Mbak Asri(Sahabat saya yang lain di kampus) juga!Mbak, kamu ikutan ke pameran distro gag?”
“Ikuuuuuuuuuuuuut! Tapi ntar ya jam 11an! Aku mau ke perpus dulu ni..”
“Iya, aku ke kosnya mbbakku dulu ya sama beli bensin. Ntar ketemu di parkiran FISIP ya!”
“Hu um...”
Dan akhirnya aku makan, ke kosnya mbakku, dan lupa beli Jawa Pos juga ke perpusnya.hehehehehe. udah jam 11an dan Mbak Asri disms gag bales. Bingung deh kita berdua. Ternyata seperti dugaan kita, HP nya mbak Asri ketinggalan. Kita ketemu di jalan. Kita jalan ke Pameran distro yang ada di deket Sriwedari, jalan Slamet Riyadi.
Jam 11 lebih kita sampek di lokasi. Gini, tujuan awal dan mulia kita ke pameran ini adalah beli tas buat aku sama ana dan mbak asri mau beli jamper. Dan apa yang kita dapatkan??? Aku udah nemu tas yang bagus, harganya 150ribu rupiah.Gara-gara toko yang kita lihat tasnya gag buka-buka, kita muter kayak gangsing di sana. Akhirnya, nangsang di galeri gelang. Sumpah! gelang sederhana. Tapi seru warnanya. Dasar cewek suka yang asyik-asyik, kita milih buat diri sendiri aja 20menit.hehehehe.tapi puaslah.harga masih normal. 4 gelang 20ribu rupiah. Nah kita jalan lagi tu.muter lagi. Akhirnya terdampar di distro aksesoris. Beh. Menurutku, gelangnya klasik-klasik. Tapi bisalah kita kalo mau bikin sendiri. Aku ambil gelang sama mbak Asri. Ana ambil bando plus kalung. Dan Mbak SPG ambil uang dari kantong ana 75ribu rupiah buat bayar barang-barang tadi. Nah lho. Kita bertiga udah SHOCK. Pakek banget. Kayak oppa-oppa B2ST konser pribadi di otak kita gitu.

Langsung berasa ditampar. Kita angkat kaki langsung deh. Mbak asri yang tadinya laper jadi gag laper. Aku yang tadinya laper liat makanan jepang jadi gag ngiler lagi. Ana yang mau belanja langsung bokek. Heuh. Siapa ya yang bodoh? Kenapa juga mata ma mulutku ini kagak tanya juga tu barang harganya berapa. Heuh. Jadi sayang pakek tu gelang. Mahal euy.
Belum berakhir kisahnya cuy.ikuti kepekokan TRIO ya...hehehehehe
“Eh. Kita ngitung uangnya dulu yu.ntar kasihan ana kalo kita gag bayar. Hehehehe...”
“Iya Mbak. Eh, kita duduk di kursi-kursi di depan kui lho...yang di trotoar yuk...”ajak ku ( dan aku sadar sekarang, itu ide paling goblok yang pernah aku tawarkan ke mereka, mian!)
“Iya, gag apa-apa!”timpal ana.
Nah keluar tu dari are parkiran. Udah kayak orang bego naik motor sepanjang trotoar, Cuma nyari kursi. ada motor jalan di depan ku aku ya ikut aja. Tapi ni kenapa gag ada kursi kosong ya. Diisi anak sma lah, orang jualan lah, dan aku sampek di ujung trotoar, jadi lagi di perempatan Sriwedari..
Lah. Kok ada tanda gag boleh lewat ya di trotoar seberang? Aku berhenti.
Si ana bilang,” Lah, kita Administrasi Negara tapi kenapa naik motor di trotoar ya?”
Aku belum ngeh waktu Ana nyeletuk gitu.
Mbak Asri bilang, “langsung aja belok. Ke mana kek kita.”
He. Kita belum mutusin apa-apa. Tapi pak Polisi udah mutusin kita salah. Oke gag tuh?
Mati. Tiba-tiba aja ada pak polisi di depan kita. Dari mana ni polisi aku juga kagak tahu. Tiba-tiba ada aja gitu.heuh.
“Mbak, tahu kan kesalahannya?”
“He. Apa ya pak?”
“Kan  gag boleh naik motor di sini! Mana SIM dan STNK nya mbak, coba saya lihatnya!”
Waduh. Oppa-oppa B2ST konser lagi tu di kepala. SHOCK!
He. Mbak Asri nyerahin SIM sama STNK. Dan aku inget, aku tadi pagi ganti tas dan STNK ku ada di atas meja belajarku di kos. Alhasil Cuma SIM aku yang diambil. SHOCK again!
“Mbak, ini saya tilang dulu ya. Silahkan ke sana dulu!” kata pak polisinya sambil nunjukin pos polisinya. Dan aku baru ngeh, owgh, pak polisinya dari pos polisi seberang jalan. Heuh.
Aku bohong lagi cuy. Karena aku takut diceramahi bapaknya, aku bohong kalo baru semester 2. Kan, aku tampang SMA tapi semester 4.hehehehe. tapi itu gag baik. Bohong ato nggak, aku tetep diceramahi dan ditilang. SIM C ku bakal ada lubang nya dan uangku bakal masuk kas negara, dan akan menghadiri sidang pertamaku tanggal 30 Maret 2012 di Pengadilan Negeri Surakarta yang deket Bank BRI di Jalan SLAMET RIYADI. Itu kata bapak Polisinya.
“Kalo mbak Asri ya siapin sekitar 50 ribu, kalo mbak Rachma ya agak banyak, kan gag ada STNK nya to...dan itu mbak, plat nomornya gag boleh tu yang kayak gitu..”
“Tapi pak, itu kan asli...”
“Iya, asli tapi palsu!”
“Palsu gimana Pak?”
“Yang asli kayak punya Mbak Asri itu. Angkanya penuh putih semua. Kan itu punya mu gag penuh to warnanya?”
Bisa bayangin gag tu kalian??? Ya udah gag usah dibayangin. Yah, intinya plat nomor saya gag sesuai aturan juga. Saya bingung juga, saya masih bisa dengan jelas baca plat nomor saya, apa kalo saya tulis nomor saya kayak gitu para polisi kagak bisa baca ya? Buta angka dong mereka. Menurut saya, yang bikin peraturan sama yang menegakkan peraturan gag tahu esensi peraturan kenapa dibuat.ckckckckckckck.
Yah, intinya, kemarin itu menyenangkan sekali. Saya mengalami hal-hal yang belum saya alami selama ini.hehehehehe.
Terimakasih kepada Ana dan Mbak Asri. Kepada yang terhormat Bapak Polisi yang nilang aku. Dan juga kepada mbak SPG nya yang tega banget.TT_TT.
Itu deritaku, apa deritamu?
TT_TT
m(-_-")m

Rabu, 15 Februari 2012

Mimpi

15/02/49
Kamar kos
Bersimbah air mata

Goblok. Satu kata buat mereka yang nggak percaya mimpi. Goblok. Satu kata buat mereka yang juga percaya mimpi.
Cerdas. Satu kata buat mereka yang berusaha.
Masih goblok buat para pemimpi.

Kenapa kita mencemooh para boy and girl bands Indonesia? Saya juga nggak tahu. Mungkin karena bandingan kita adalah boy and girl bands Korea yang notabene lebih bagus ke mana-mana dari yang tiruan. Tapi, kalau memang mimpi para orang Indonesia jadi boy and girl bands gimana? Kita menghina mimpi dong. Harapan. Keyakinan. Cita-cita. Dan kecintaan. Dan ketika mereka berada pada mimpi itu, barulah kita yang melihat tahu. Itu bukan mimpi. Kenyataan. Apa yang yang mewujudkan kenyataan? Usaha...dan pantaskah kita yang tag berusaha ini menghina mereka yang berusaha keluar dari mimpi mereka menuju kenyataan?
Kenapa saya tulis postingan ini? Saya habis nonton Mr. Idol. Hey, semuanya memerlukan usaha. Perjuangan. Dan pengorbanan. Sacrifice. Saya tahu secara tidak mendalam tentang cerita Jay Park. B2ST, 2PM, Jo Kwon oppa, dan banyak sahabat saya dalam meraih kenyataan. Lewat mimpi. Menjalin usaha, dan menyentuh dunia lain yang mampu digenggam. Kenyataan.
Hujan sekarang.
Ketika Ibu saya bilang kepada saya bahwa saya tidak boleh S2, saya ingin menangis. Saya berpikir jika air mata saya ini jatuh, saya kalah. Saya tahu seberapa usaha saya untuk bisa kuliah di jurusan dan universitas ini. Ketika saya berpikir ulang, saya mengerti. Usaha saya tidak seberapa. Ada yang mencoba berkali-kali baru mendapatkan bangku kuliah. Tapi, apa ya saya harus menjadi berada dalam keadaan susah untuk menghasilkan usaha yang lebih sehingga mampu menghadirkan kenyataan yang membuat orang lain memimpikannya?

Orang yang memiliki tujuan pun jika berjalan pada jalan yang salah akan tetap mencapai tujuannya...
Orang yang berjodoh pun jika terpisah oleh waktu, jarak, dimensi sekalipun akan tetap menemukan garis jodohnya...
Orang yang berusaha sekali pun belum berhasil akan tetap menghasilkan kepuasan...

Minggu, 29 Januari 2012

KOLEKSI



Postingan kali ini udah ke pending berjuta-juta tahun.hehehehehe. ini bisa jadi penting dan bisa jadi gag penting. Buat saya, ini jelas penting. Hehehehe.
Yang pertama mau saya omongin adalah saya HOTTEST. Apa sih HOTTEST? Itu nama Fans nya 2PM. Apa sih 2PM? Itu boy band Korea yang keren banget. Mau tahu? Cari aja di google!!!!!!!!!!!!!
Yang kedua. Karena saya cinta sama mereka sampek kelewat agak gila sendiri, jadi saya punya hal-hal gila yang saya lakukan.hehehehe. ini beberapa foto-foto saya tentang koleksi gila saya. Kasihan kalo mereka cuma saya tumpuk di kamar dan nggak saya pamerin.hadeeeeeeeeeeeh.narsis nih gue.
Oke. Mari kita lihat.

 ini album 2PM yang kedua. judulnya Hands Up. bagus deh lagu-lagunya. coba dengerin. Hands Up. Give it to me. I can't. Like a movie. HOT. dll.hehehehehe.




 hehehehe. yang ini apa coba? ini itu, bungkus snack makanan ringan yang dibeliin temennya mbak ku yang lagi ke Thailand. hehehehe. Snack nya sih enak. makanya Oppa 2pm mau ya ngebintangi iklannya. semangat deh buat oppa-oppa ku. oppa Hwaiting!!!!!!!!!!!!!



nah, yang ini cuma oppa Nichkhun yang jadi modelnya. nggak apa-apa. itung-itung dia pulang kampung. hehehehehe. susah kali ya bolak-balik Thailand-Korea. tapi kan jadi terkenal banget. punya banyak fans.hehehehe.

yah, itu sedikit koleksi saya. hehehehehe. kurang kerjaan kan? nggak apa-apa. saya suka. itu yang terpenting. walau pun di dalam hati saya tetap bertanya, oppa, kamu tahu gag ya kalo aku hidup dan jadi gila gara-gara kalian?

Sabtu, 28 Januari 2012

Seperti...

Seperti langit tanpa bintang
Seperti kasur tanpa guling dan bantal
Seperti hutan tanpa pepohonan
Seperti lemari tanpa baju-baju
Seperti perpustakaan tanpa buku-buku
Seperti bolpoint tanpa tinta
Seperti ponsel tanpa pulsa
Seperti komputer tanpa software
Seperti anti virus tanpa virus-virus
Seperti Bali tanpa pantai-pantai
Seperti Indonesia tanpa pulau-pulau
Seperti tangga nada tanpa not-not
Seperti cerita tanpa penokohan
Seperti gamelan tanpa piranti
Seperti gitar tanpa senar
Seperti domba tanpa bulu
Seperti mobil tanpa roda
Seperti air tanpa ikan
Seperti Korea tanpa Boy Band dan Girl Band
Seperti itulah aku tanpa kalian, sahabat...

Minggu, 08 Januari 2012

OPPA,,,


Oppa,...

Oppa, na bogo sipeo...
Tapi gag ada sinyal...
Gag tahu, apa gag ada sinyal cintamu, apa sinyal provider ku...
Jadi, di sms pun kita gag bisa ketemu...

Oppa, naneun salang-ui nolaeleul bulleo jugil wonhaneun...
Dari lagu cinta apa aja aku pengen nyanyiin buat kamu...
Tapi gag tahu kenapa aku suka lagu nya 2NE1 yang UGLY dan Lonely...
Nomu appa, I can’t - nya 2PM...
Padahal aku juga suka Narsha yang I’m In Love...hehehehe...

Oppa, tahu gag, langit di atas rumah ku itu bagus banget...
Aku gag tahu apa kamu juga melihatnya...
Aku gag tahu apa kamu mau melihatnya bersamaku di rumahku...
Atau hanya sekedar ada di pikiranmu...
Oppa, apa indahnya dunia ini akan jadi berlipat-lipat lebih indah kalau dilihat berdua denganmu?

Oppa, naye namja chingu...
Sekeren badannya Chansung oppa...
Se-beast Taecyeon oppa..
Saya berharap kamu seganteng Nichkhun oppa...
Seimut Wooyoung oppa...
Semanis Junho oppa...
Dan seganteng dan sebagus Junsu oppa...
Tapi, oppa...
Saya suka kamu apa adanya...

Oppa, saya suka part Rap-nya Junhyung oppa di lagu nya yang Feat Ali...
2 - 1 = 1...bukan 0....

Jadi, oppa,...
Tanpa kamu, saya juga masih bisa hidup...